Jumat, 07 Februari 2014

Selamat Jalan, Sahabat..

P.S: No comment pls

@ Sekolah
  
Bel istirahat berbunyi saat nya istirahat

"Ayo, kita ke kantin" kata Riri
"Ehmm... aku gak laper, Ri" kata Caca
"Yasudah kalo begitu aku ke kantin bentar dan aku akan kembali kesini lagi"  kata Riri
"Yaudah kayak gitu aja" kata Caca
Riri pun pergi ke kantin meninggalkan Caca di kelas

Tidak ada satu pun teman nya yang tau penyakit yang diderita oleh Caca. Penyakit kanker darah atau leukimia yang Caca idap tidak bisa disembuhkan karena tidak ada pendonor keluarganya sendiri tidak cocok, sungguh menyedihkan. Bahkan, Riri, teman dekatnya tidak tau soal penyakitnya karena takut jika Riri tau sebenarnya Caca mengidap penyakit yang dapat berakhir kematian. Tiap hari, Caca harus pergi ke toilet dan membawa tisu untuk membersihkan hidung nya yang mimisan akibat penyakitnya, Riri sering melihat hal tersebut namun Riri selalu berpikir bahwa mimisan itu hal biasa karena dapat terjadi pada siapa saja.

Riri kembali
"Hi, Ca, masa tadi ada yang ngelempat bola kena aku, tadinya bola nya mau aku tendang tapi udah diambil sama pemiliknya" kata Riri
"Tapi kamu gpp kan?" tanya Caca
"Iya, aku gpp" kata Riri
"Kamu udh ngerjain pr matematika belom?" tanya Caca
"Udah dong, kamu?" tanya Riri
"Udah juga dong" kata Caca

Wajah sumringah yang selalu Caca tampilkan adalah cerminan rasa sakit yang ia rasakan setiap hari

@ Rumah Sakit

Caca pun pergi ke rumah sakit bersama ibu dan adik nya untuk check up

Selesai di check up, ibu pun berbicara kepada dokter yang menangani Caca

#Ruang Dokter

"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Ibu Caca
"Stadium kanker naik dan sudah berada di stadium akhir, memang Caca masih terlihat, sehat namun dalam waktu seminggu rambutnya akan rontok dan akan banyak terasa nyeri dalam badan nya, kemungkinan besar waktu Caca untuk hidup adalah sekitar 3 sampai 5 minggu  lagi tapi itu hanya perkiraan" kata Dokter
"Terima kasih, dok" kata Ibu Caca
"Caca harus check up rutin karena dia belum mendapatkan donor sumsum tulang belakang yang cock untuk dirinya" kata Dokter
"Baik, Dok" kata Ibu Caca
Ibu Caca pun keluar ruangan dengan rasa sedih
"Bagaimana, bu?" tanya Caca
"Kamu sudah mencapai stadium akhir, nak" kata Ibu Caca
"Apa? Ibu, apa aku harus memberhentikan sekolah ku?" tanya Caca
"Tidak hanya, kamu harus menanggung resiko dari pernyakit ini lebih dari yang sebelumnya" kata Ibu Caca sambil menangis
"Jangan menangis, bu, ini adalah jalan hidup yg Allah berikan kepada Caca dan sebuah ujian" kata Caca menenangkan snag ibunda

Mereka bertiga pun pulang

Keesokan harinya...

Caca merasakan nyeri di sekitar perut dan pinggangnya dan nyeri tersebut sangat sakit tidak seperti biasanya, ibunya yang melihat itu langsung membawanya ke rumah sakit dan meminta izin kepada guru Caca untuk absen

@ Sekolah
"Hi, Ri, kamu kenapa?" tanya Farah
"Caca hari ini tidak masuk, dia kenapa yah" kata Riri
"Mungkin ada urusan keluarga " kata Farah
"Tapi tidak biasanya dia absen tidak memberitahu ku, Far" kata Riri
"Mungkin dia sibuk juga" kata Farah
"Ohh, mungkin seperti itu" kata Riri
"Ri, ke kantin yuk, temenin aku" kata Farah
"Ayo!" kata Riri

2 minggu kemudian...

Caca masih belum masuk juga, Riri pun pergi ke rumah Caca dan saat sampai rumah, dilihat rumahnya kosong. Riri pun bertanya kepada tetangga, para tetangga mengatakan bahwa mereka sekeluarga berada di rumah sakit karena salah satu anggota keluarga mereka sakit

Riri pun pergi ke rumah sakit yang diberi tahu oleh para tetangga Caca

Sesampai di rumah sakit

@ Rumah Sakit

Riri bertemu dengan ibunda Caca

"Assalamu'alaikum, tante" kata Riri
"Walaikumssalam" kata Ibu Caca
"Caca kenapa yah tante?" tanya Riri
"Kamu tidak tahu bahwa Caca mengidap penyakit kanker darah sejak 2 tahun yang lalu?" tanya Ibu Caca
"Tidak, tante, Caca tidak pernah bercerita bahwa dia mengidap penyakit kronis seperti itu" kata Riri
"Baiklah, mari tante ceritakan, tante kira, dia memberi tahu teman dekatnya" kata Ibu Caca, "Caca mengidap penyakit leukimia sejak 2 tahun yang lalu, mungkin kamu tidak melihat perubahan dalam dirinya karena dia selalu terlihat ceria di sekolah, sejak 2 tahun yang lalu ia mengidap penyakit ini awalnya biasa-biasa saja namun lama-kelamaan menyakitkan dirinya, kamu tau kan dia sering absen dan pergi ke toilet dan hidung nya berlumuran darah, itu adalah akibta dari penyakit ini, penyakit leukimia yang Caca derita sudah mencapat stadium akhir perkiraan hidupnya hanya tinggal beberapa minggu lagi atau mungkin lebih cepat entah kapan, Caca tidak pernah mengeluh soal penyakitnya karena penyakit yang ia derita membuat ia ingin hidup lebih lama lagi namun ia juga mengikuti takdir yang ada, tante sungguh sedih melihat keadaan nya sekarang tidak ada pendonor, semua tante serah kan kepada yang diatas saja" kata Ibu Caca
"Jadi itu alasan Caca absen dan sering membawa tisu dan pergi ke toilet, tapi Caca selalu bilang bahwa itu akibat ia jarang minum air putih dan absen karena sakit flu atau penyakit ringan lainnya" kata Riri
"Itu semua ia tutupi karena ia tidak ingin melihat kamu bersedih" kata Ibu Caca
"Tapi aku malah sangat sedih jika ia menyembunyikan semuanya dari ku" kata Riri
"Mari, tante antar ke kamar Caca" kata Ibu Caca dengan senang hati mengantar Riri ke kamar rawat Caca

# Kamar Rawat Caca

"Hi! Ca, apa kabar? Lama gak ketemu" tanya Riri dalam rasa kesedihan yang ia tutupi
"Aku? Baik2 saja setidaknya kau merasa lebih baik dari seminggu yang lalu" kata Caca
"Kamu masih tidak mau memberitahuku, Ca" kata Riri dalam hati
"Ri, bagaimana dengan keadaan mu?" tanya Caca
"Ehhh... baik" kata Riri
"Mengapa kamu bersedih?" tanya Riri
"Kamu menyembunyikan sesuatu dari ku" kata Riri
"Memang aku menyembunyikan sesuatu dan mau memberitahu mu sekarang" kata Caca
"Kenapa kamu sembunyikan penyakit tersebut?" tanya Riri menangis
"Jgn menangis, aku menyembunyikan nya karena... aku tidak ingin melihat mu atau siapapun bersedih karena kepergian ku nanti, aku hanya bisa bertahan  tinggal beberapa hari lagi, aku ingin melihat semua orang yang aku cintai dan sayangi tersenyum di hari kepergian ku, karena tangisan tidak bisa merubah apa-apa" kata Caca
"Tapi, jika kamu menyembunyikan nya malah membuat makin sedih melihat keadaan mu sekarang" kata Riri
"Aku akan selalu menjadi sahabat sejat bagimu dan terbaik bagimu walau nanti kita hidup di alam yang berbeda dan aku akan selalu berada disisimu  dan tidak akan pernah pergi meninggalkan mu" kata Caca
"Tapi hal itu menyakitkan" kata Riri menangis
"Tangisan itu tidak mengubah apapun jika takdir berkehendak maka sudahlah, ini memang menyakitkan bahkan menyedihkan tapi ini adalah ujian dari Allah dan takdir yang harus aku jalani karena aku hidup di dunia ini" kata Caca
"Aku sayang kamu, Ca" kata Riri memeluk Caca dengan tangisan
"Aku juga akan selalu menyayangi mu selalu, berjanjilah jika aku pergi jangan lupakan aku walaupun kita berada di alam yang berbeda dan tetaplah menjadi Riri yang ceria, pintar, cantik, manis, dan penuh kasih sayang kepada semua orang dengan atau tanpa aku kamu akan selalu menjadi lebih baik dari yang sebelumnya aku yakin" kata Caca
"Aku berjanji" kata Riri
Tepat saat, Riri mengucapkan kata "aku berjanji" saat itulah detak jantung Caca telah berhenti dan Caca telah pergi untuk selama-lama nya. Semua orang di ruangan tersebut menangis begitu juga dengan Riri yang menangis karena kepergian sahabat terbaiknya.

Tepat di hari pemakaman nya, Riri melihat nisa bertuliskan nama "Caca Hanifah" sahabat nya sendiri yang telah pergi, Riri tidak bisa menahan air matanya untuk menangis.

@ Sekolah

"Baiklah, kita telah kehilangan salah satu teman tercinta kita yaitu Caca Hanifah yang telah meninggal dunia karena penyakit leukimia nya dan mari kita panjatkan doa untuk Caca agar ia dimasukkan ke surga, doa dimulai" kata Pak Kepsek

Mereka semua seluruh sekolah berdoa...

Riri selalu mengingat janji dari Caca yang akan selalu ia tepati dan tidak akan pernah ia ingkari. Riri selalu mengunjungi makam Caca setiap seminggu 2 kali. Memang sebuah persahabatan yang erat.

Persahabatan adalah tali hubungan seseorang oleh orang lain yang mengatas dasarkan cinta dan kasih sayang yang akan selalu menjadi kenangan dalam hidup setiap orang.

"Jarak, waktu, bahkan dunia yang berbeda tidak akan mematahkan sebuah persahabatan yang sangat kuat"

Sorry klo ada salah kata atau penulisan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar