My new story is here... catatan nya masih seperti biasa klo jelek banyak typo atau masalah lain nya boleh komen yah soalnya masih pemula juga jadi takut alur nya gak bener...
Ada seorang anak perempuan bernama Laila. Ia hidup bersama ibu nya yang sakit-sakitan dan adik laki-laki nya yang bernama Dani. Ia tidak suka hidup miskin seperti ini dan mempunyai ibu yang sakit-sakitan karena itu ia selalu berbohong kepada teman-teman sekolahnya. Ia sudah kelas 2 SMP sedang adik laki-laki nya kelas 6 SD. Ia sebenarnya pintar, hanya saja ia gunakan tidak benar bahkan ia masuk sekolah bagus karena kepintaran nya namun lama kelamaan ia malah menjadi anak yang durhakan kepad ibunya namun tidak bagi adik laki-lakinya. Ayah nya telah meninggal 3 tahun karena penyakit jantung yang menyerang ayahnya dan tidak bisa disembuhkan karena tidak punya cukup uang. Suatu hari Laila pergi jalan-jalan bersama teman-teman nya, "Lai, kok gue gak pernah liat lo pergi ke mall sih?" tanya Zahra, teman nya, "Gue males keluar aja" kata Laila berbohong pdahal jawaban sebenarnya adalah bahwa ia tidak punua cukup uang, "Ohhh" kata Zahra, "Ya abisnya yang didatengin mall nya itu lagi itu lagi" kata Laila, "Katanya orang kaya masa gak minta liburan ke luar negeri gtu" kata Zahra, "Lo tuh kayak gak tau aja kan orang tua gue itu sibuk banget pergi sana sini kapan gue ngomong nya" kata Laila berbohong, "Sesibuk apapun orang tua lo pasti mereka punya waktu buat lo dong" kata Zahra, "Iya tapi kan tetep aja" kata Laila masuh berbohong. Mereka berdua pun pulang. Laila sampai rumah dan merasa lapar namun ia sangat marah ketika melihat di dalam tudung makanan tidak terdapat makanan, "Bu!!!!! aku itu lapar kenapa gak ada makanan di meja!!!" teriak Laila, "Maaf, nak, ibu belum sempat masak tadi" kata sang ibu dengan lemas, "Sakit sih sakit tapi jangan sampe lupa buat masak, kenapa aku itu harus punya ibu yang sakit-sakitan" teriak Laila, "Kakak! kakak gak boleh bilang gitu sama ibu, ibu kan ibu kakak juga" kata Dani, "Hehh, kamu anak kecil diem aja!" kata Laila, "Tidak apa-apa, nak, kamu gak boleh gitu sama kak Laila, dia kan juga kakak kamu" kata ibu, "Tapi, kak Laila ngatain ibu yang gak baik" kata Dani, "Sudah, tidak apa-apa" kata ibu. Laila pun pergi ke kamar nya. Ia tidak menyangka ia hidup miskin seperti ini. Keesokan harinya, ia bangun dan mendapati tidak ada sarapan untuknya itu sudah biasa namun tetap saja ia kesal dengan ibunya.
Beberapa minggu kemudian...
Ibu yang ia benci telah semakin parah penyakitnya namun tetap saja ia masih membenci ibunya. Suatu hari, ia dan teman-teman nya pulang larut malam. Setiba nya di rumah, ia mendapati rumahnya dipenuhi oleh banyak orang berpakaian hitam dan melihat adik nya datang kepada nya, "Kak, ibu, Kak" kata Dani, "Ibu kenapa emangnya?" tanya Laila, "Ibu sudah pergi, Kak" kata Dani menangis, "Pergi? Kemana?" tanya Laila, "Ke surga, Kak" kata Dani menangis, "Apa?" kaget Laila, "Kak, ibu menitipkan surat sama aku buat dikasih ke kakak" kata Dani memberikan sepucuk surat kepada kakak nya dan Laila membuka surat tersebuat
Untuk anak ku tersayang, Laila
Maafkan ibu jika ibu tidak bisa mendidik kamu dan Dani dengan baik, maafkan ibu jika ibu tidak bisa membahagiakan kamu dan Dani, maafkan ibu jika ibu tidak bisa memberi kamu dan Dani makanan yang lezat, maafkan ibu jika ibu membuat malu teman-teman mu dan maafkan ibu dengan segala salah yang telah ibu perbuat kepada kalian. Laila, ibu minta maaf kalau ibu membuat mu susah selama ini, ibu hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan adik mu. Ibu minta maaf jika ibu tidak bisa menjadi ibu yang baik karena ibu penyakitan tapi satu hal yang paling penting adalah ibu selalu sayang sama kamu dan Dani walaupun kamu membenci ibu. Tidak ada rasa benci dari seorang ibu kepada anak nya karena rasa sayang lebih kuat dibandingkan kebencian. Ibu sudah pergi sekarang, kamu senang bukan? Ibu ingin kamu merasakan kebahagiaan. Sekali lagi ibu minta maaf atas segala kesalahan yang ibu perbuat kepada kamu dan Dani.
Salam tersayang dan hangat,
Ibu
Ibu sayang sekali sama kalian berdua...
Selesai membaca surat tersebut Laila menangis. Ia menyesal telah durhaka kepada ibunya. Ia pun menangis dan melihat ibunya terbaring kaku sedang didoakan. Laila sangat menyesal.
Penyesalan memang selalu datang terakhir...
Maka dari itu jangan lah kita durhaka kepada ibu kita karena ibu yang merawat dan mendidik kita sejak kecil dan ibu adalah malaikat yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluk nya untuk menjaga mereka sampai mereka cukup untuk menjaga diri mereka sendiri. Doa ibu adalah doa yang paling cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak ada orang tua yang ingin anak nya selalu sedih. Tidak ada orang tua yang membenci anak nya. Rasa sayang orang tua itu mengalahkan kebencian seorang anak kepada ibu nya.
Banggalah kalian yang masih mempunyai ibu karena masih di didik, dijaga, dan disayangi tapi diluar sana banyak anak yang kehilangan ibu nya atau mungkin sudah pergi ke surga... Cintailah ibumu karena tidak ada cinta yang lebih besar dari CINTA SEORANG IBU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar