Lagu ini itu bener-bener mengharukan bagiku karena ini aku deklarasikan untuk semua teman-teman ku nanti setelah kelulusan yang artinya aku bakal kangen banget sama kalian semua... 6 Acro... 5 Pic.... 4 Marco.... Miss you much much much....
Rabu, 26 Februari 2014
Senin, 17 Februari 2014
TO Internal
Hi!! guyss.... I'm back anyway... TO internal udh mulai besok knp harus besok?????? Mendadak bgt... tapi yasudah lah hanya bisa pasrah sih... Yaudah lah doa nya sih semoga semua kls 6 nilai TO nya bagus-bagus terus semoga diberi kemudahan sama Allah SWT buat ngerjain TO nya.. Pokok the best buat semua lah...
Enjoy your TO okay!!!!!!
Enjoy your TO okay!!!!!!
Indonesia
Nama yang bagus indah bukan? Karena itu terbukti dari keindahan alam yang banyak di tanah air ini. Indonesia adalah negara yang besar akan kekayaan alam yang melimpah hanya saja tinggal pemimpin alias pemerintahan nya diperbaiki. Kekayaan alam yang melimpah memang menjadi sumber daya tarik wisatawan mancanegara tetapi juga pemimpin nya dan bagaimana cara orang tersebut memimpin negara ini menjadi negara yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Rakyat Indonesia bangga mereka mempunyai kekayaan alam yang indah tapi akan lebih bangga lagi jika pemimpin mereka bisa memimpin mereka dengan baik. Voting yang dilakukan oleh banyak situs luar negeri sudah membuktikan bahwa budaya Indonesia memang kaya tapi itu sesuai dari pemimpin nya kalau pemerintah tidak bisa menjaga dengan baik kekayaan alam di Indonesia atau budaya nya itu sama saja bahwa pemimpin negara alias presiden telah mengecewakan rakyat nya padahal yang memilih dirinya sebagai presiden adalah rakyat. Selain pemimpin nya adalah rakyat nya sendiri, banyak orang bertanya "apa kamu mencintai negara mu sendiri?" apa jawaban mu? Jawaban ku adalah ya tentu tapi ada juga yang tidak mencintai tanah airnya sendiri mungkin yang blasteran mungkin saja mencintai Indonesia. Jika banyak rakyat yang berkata tidak untuk pertanyaan seperti tadi untuk apa Indonesia merdeka sampai para pahlawan harus bercucuran darah melawan penjajah penuh perjuangan bahkan masih setelah Indonesia merdeka mereka masih harus melawan penjajah untuk apa jika ujung-ujung nya banyak rakyat nya yang tidak mencintai negara mereka, tanah air mereka sendiri. Bagaiman negara itu berdiri, bagaimana negara itu berkembang, bagaimana negara itu bisa maju? Itu adalah sesuai dari pemimpin nya. Prestasi yang diraih oleh generasi penerus bangsa masa kini adalah pembuktian bahwa Indonesia semakin maju alias lebih baik. Generasi penerus bangsa nya meraih prestasi tapi pemerintah nya sibuk mengurusi banyak hal termausk korupsi sana sini yang kurang jelas. Dengan prestasi, budaya, sumber daya alam, dan kekayaan alam yang melimpah Indonesia pasti bisa menjadi negara yang lebih maju bukan berkembang lagi hanya saja Indonesia harus pintar memilih dan berpikir.
INDONESIA BISA!!!
Sabtu, 15 Februari 2014
Ibu
My new story is here... catatan nya masih seperti biasa klo jelek banyak typo atau masalah lain nya boleh komen yah soalnya masih pemula juga jadi takut alur nya gak bener...
Ada seorang anak perempuan bernama Laila. Ia hidup bersama ibu nya yang sakit-sakitan dan adik laki-laki nya yang bernama Dani. Ia tidak suka hidup miskin seperti ini dan mempunyai ibu yang sakit-sakitan karena itu ia selalu berbohong kepada teman-teman sekolahnya. Ia sudah kelas 2 SMP sedang adik laki-laki nya kelas 6 SD. Ia sebenarnya pintar, hanya saja ia gunakan tidak benar bahkan ia masuk sekolah bagus karena kepintaran nya namun lama kelamaan ia malah menjadi anak yang durhakan kepad ibunya namun tidak bagi adik laki-lakinya. Ayah nya telah meninggal 3 tahun karena penyakit jantung yang menyerang ayahnya dan tidak bisa disembuhkan karena tidak punya cukup uang. Suatu hari Laila pergi jalan-jalan bersama teman-teman nya, "Lai, kok gue gak pernah liat lo pergi ke mall sih?" tanya Zahra, teman nya, "Gue males keluar aja" kata Laila berbohong pdahal jawaban sebenarnya adalah bahwa ia tidak punua cukup uang, "Ohhh" kata Zahra, "Ya abisnya yang didatengin mall nya itu lagi itu lagi" kata Laila, "Katanya orang kaya masa gak minta liburan ke luar negeri gtu" kata Zahra, "Lo tuh kayak gak tau aja kan orang tua gue itu sibuk banget pergi sana sini kapan gue ngomong nya" kata Laila berbohong, "Sesibuk apapun orang tua lo pasti mereka punya waktu buat lo dong" kata Zahra, "Iya tapi kan tetep aja" kata Laila masuh berbohong. Mereka berdua pun pulang. Laila sampai rumah dan merasa lapar namun ia sangat marah ketika melihat di dalam tudung makanan tidak terdapat makanan, "Bu!!!!! aku itu lapar kenapa gak ada makanan di meja!!!" teriak Laila, "Maaf, nak, ibu belum sempat masak tadi" kata sang ibu dengan lemas, "Sakit sih sakit tapi jangan sampe lupa buat masak, kenapa aku itu harus punya ibu yang sakit-sakitan" teriak Laila, "Kakak! kakak gak boleh bilang gitu sama ibu, ibu kan ibu kakak juga" kata Dani, "Hehh, kamu anak kecil diem aja!" kata Laila, "Tidak apa-apa, nak, kamu gak boleh gitu sama kak Laila, dia kan juga kakak kamu" kata ibu, "Tapi, kak Laila ngatain ibu yang gak baik" kata Dani, "Sudah, tidak apa-apa" kata ibu. Laila pun pergi ke kamar nya. Ia tidak menyangka ia hidup miskin seperti ini. Keesokan harinya, ia bangun dan mendapati tidak ada sarapan untuknya itu sudah biasa namun tetap saja ia kesal dengan ibunya.
Beberapa minggu kemudian...
Ibu yang ia benci telah semakin parah penyakitnya namun tetap saja ia masih membenci ibunya. Suatu hari, ia dan teman-teman nya pulang larut malam. Setiba nya di rumah, ia mendapati rumahnya dipenuhi oleh banyak orang berpakaian hitam dan melihat adik nya datang kepada nya, "Kak, ibu, Kak" kata Dani, "Ibu kenapa emangnya?" tanya Laila, "Ibu sudah pergi, Kak" kata Dani menangis, "Pergi? Kemana?" tanya Laila, "Ke surga, Kak" kata Dani menangis, "Apa?" kaget Laila, "Kak, ibu menitipkan surat sama aku buat dikasih ke kakak" kata Dani memberikan sepucuk surat kepada kakak nya dan Laila membuka surat tersebuat
Untuk anak ku tersayang, Laila
Maafkan ibu jika ibu tidak bisa mendidik kamu dan Dani dengan baik, maafkan ibu jika ibu tidak bisa membahagiakan kamu dan Dani, maafkan ibu jika ibu tidak bisa memberi kamu dan Dani makanan yang lezat, maafkan ibu jika ibu membuat malu teman-teman mu dan maafkan ibu dengan segala salah yang telah ibu perbuat kepada kalian. Laila, ibu minta maaf kalau ibu membuat mu susah selama ini, ibu hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan adik mu. Ibu minta maaf jika ibu tidak bisa menjadi ibu yang baik karena ibu penyakitan tapi satu hal yang paling penting adalah ibu selalu sayang sama kamu dan Dani walaupun kamu membenci ibu. Tidak ada rasa benci dari seorang ibu kepada anak nya karena rasa sayang lebih kuat dibandingkan kebencian. Ibu sudah pergi sekarang, kamu senang bukan? Ibu ingin kamu merasakan kebahagiaan. Sekali lagi ibu minta maaf atas segala kesalahan yang ibu perbuat kepada kamu dan Dani.
Salam tersayang dan hangat,
Ibu
Ibu sayang sekali sama kalian berdua...
Selesai membaca surat tersebut Laila menangis. Ia menyesal telah durhaka kepada ibunya. Ia pun menangis dan melihat ibunya terbaring kaku sedang didoakan. Laila sangat menyesal.
Penyesalan memang selalu datang terakhir...
Maka dari itu jangan lah kita durhaka kepada ibu kita karena ibu yang merawat dan mendidik kita sejak kecil dan ibu adalah malaikat yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluk nya untuk menjaga mereka sampai mereka cukup untuk menjaga diri mereka sendiri. Doa ibu adalah doa yang paling cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak ada orang tua yang ingin anak nya selalu sedih. Tidak ada orang tua yang membenci anak nya. Rasa sayang orang tua itu mengalahkan kebencian seorang anak kepada ibu nya.
Banggalah kalian yang masih mempunyai ibu karena masih di didik, dijaga, dan disayangi tapi diluar sana banyak anak yang kehilangan ibu nya atau mungkin sudah pergi ke surga... Cintailah ibumu karena tidak ada cinta yang lebih besar dari CINTA SEORANG IBU...
Ada seorang anak perempuan bernama Laila. Ia hidup bersama ibu nya yang sakit-sakitan dan adik laki-laki nya yang bernama Dani. Ia tidak suka hidup miskin seperti ini dan mempunyai ibu yang sakit-sakitan karena itu ia selalu berbohong kepada teman-teman sekolahnya. Ia sudah kelas 2 SMP sedang adik laki-laki nya kelas 6 SD. Ia sebenarnya pintar, hanya saja ia gunakan tidak benar bahkan ia masuk sekolah bagus karena kepintaran nya namun lama kelamaan ia malah menjadi anak yang durhakan kepad ibunya namun tidak bagi adik laki-lakinya. Ayah nya telah meninggal 3 tahun karena penyakit jantung yang menyerang ayahnya dan tidak bisa disembuhkan karena tidak punya cukup uang. Suatu hari Laila pergi jalan-jalan bersama teman-teman nya, "Lai, kok gue gak pernah liat lo pergi ke mall sih?" tanya Zahra, teman nya, "Gue males keluar aja" kata Laila berbohong pdahal jawaban sebenarnya adalah bahwa ia tidak punua cukup uang, "Ohhh" kata Zahra, "Ya abisnya yang didatengin mall nya itu lagi itu lagi" kata Laila, "Katanya orang kaya masa gak minta liburan ke luar negeri gtu" kata Zahra, "Lo tuh kayak gak tau aja kan orang tua gue itu sibuk banget pergi sana sini kapan gue ngomong nya" kata Laila berbohong, "Sesibuk apapun orang tua lo pasti mereka punya waktu buat lo dong" kata Zahra, "Iya tapi kan tetep aja" kata Laila masuh berbohong. Mereka berdua pun pulang. Laila sampai rumah dan merasa lapar namun ia sangat marah ketika melihat di dalam tudung makanan tidak terdapat makanan, "Bu!!!!! aku itu lapar kenapa gak ada makanan di meja!!!" teriak Laila, "Maaf, nak, ibu belum sempat masak tadi" kata sang ibu dengan lemas, "Sakit sih sakit tapi jangan sampe lupa buat masak, kenapa aku itu harus punya ibu yang sakit-sakitan" teriak Laila, "Kakak! kakak gak boleh bilang gitu sama ibu, ibu kan ibu kakak juga" kata Dani, "Hehh, kamu anak kecil diem aja!" kata Laila, "Tidak apa-apa, nak, kamu gak boleh gitu sama kak Laila, dia kan juga kakak kamu" kata ibu, "Tapi, kak Laila ngatain ibu yang gak baik" kata Dani, "Sudah, tidak apa-apa" kata ibu. Laila pun pergi ke kamar nya. Ia tidak menyangka ia hidup miskin seperti ini. Keesokan harinya, ia bangun dan mendapati tidak ada sarapan untuknya itu sudah biasa namun tetap saja ia kesal dengan ibunya.
Beberapa minggu kemudian...
Ibu yang ia benci telah semakin parah penyakitnya namun tetap saja ia masih membenci ibunya. Suatu hari, ia dan teman-teman nya pulang larut malam. Setiba nya di rumah, ia mendapati rumahnya dipenuhi oleh banyak orang berpakaian hitam dan melihat adik nya datang kepada nya, "Kak, ibu, Kak" kata Dani, "Ibu kenapa emangnya?" tanya Laila, "Ibu sudah pergi, Kak" kata Dani menangis, "Pergi? Kemana?" tanya Laila, "Ke surga, Kak" kata Dani menangis, "Apa?" kaget Laila, "Kak, ibu menitipkan surat sama aku buat dikasih ke kakak" kata Dani memberikan sepucuk surat kepada kakak nya dan Laila membuka surat tersebuat
Untuk anak ku tersayang, Laila
Maafkan ibu jika ibu tidak bisa mendidik kamu dan Dani dengan baik, maafkan ibu jika ibu tidak bisa membahagiakan kamu dan Dani, maafkan ibu jika ibu tidak bisa memberi kamu dan Dani makanan yang lezat, maafkan ibu jika ibu membuat malu teman-teman mu dan maafkan ibu dengan segala salah yang telah ibu perbuat kepada kalian. Laila, ibu minta maaf kalau ibu membuat mu susah selama ini, ibu hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan adik mu. Ibu minta maaf jika ibu tidak bisa menjadi ibu yang baik karena ibu penyakitan tapi satu hal yang paling penting adalah ibu selalu sayang sama kamu dan Dani walaupun kamu membenci ibu. Tidak ada rasa benci dari seorang ibu kepada anak nya karena rasa sayang lebih kuat dibandingkan kebencian. Ibu sudah pergi sekarang, kamu senang bukan? Ibu ingin kamu merasakan kebahagiaan. Sekali lagi ibu minta maaf atas segala kesalahan yang ibu perbuat kepada kamu dan Dani.
Salam tersayang dan hangat,
Ibu
Ibu sayang sekali sama kalian berdua...
Selesai membaca surat tersebut Laila menangis. Ia menyesal telah durhaka kepada ibunya. Ia pun menangis dan melihat ibunya terbaring kaku sedang didoakan. Laila sangat menyesal.
Penyesalan memang selalu datang terakhir...
Maka dari itu jangan lah kita durhaka kepada ibu kita karena ibu yang merawat dan mendidik kita sejak kecil dan ibu adalah malaikat yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluk nya untuk menjaga mereka sampai mereka cukup untuk menjaga diri mereka sendiri. Doa ibu adalah doa yang paling cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak ada orang tua yang ingin anak nya selalu sedih. Tidak ada orang tua yang membenci anak nya. Rasa sayang orang tua itu mengalahkan kebencian seorang anak kepada ibu nya.
Banggalah kalian yang masih mempunyai ibu karena masih di didik, dijaga, dan disayangi tapi diluar sana banyak anak yang kehilangan ibu nya atau mungkin sudah pergi ke surga... Cintailah ibumu karena tidak ada cinta yang lebih besar dari CINTA SEORANG IBU...
Jumat, 07 Februari 2014
Selamat Jalan, Sahabat..
P.S: No comment pls
@ Sekolah
Bel istirahat berbunyi saat nya istirahat
"Ayo, kita ke kantin" kata Riri
"Ehmm... aku gak laper, Ri" kata Caca
"Yasudah kalo begitu aku ke kantin bentar dan aku akan kembali kesini lagi" kata Riri
"Yaudah kayak gitu aja" kata Caca
Riri pun pergi ke kantin meninggalkan Caca di kelas
Tidak ada satu pun teman nya yang tau penyakit yang diderita oleh Caca. Penyakit kanker darah atau leukimia yang Caca idap tidak bisa disembuhkan karena tidak ada pendonor keluarganya sendiri tidak cocok, sungguh menyedihkan. Bahkan, Riri, teman dekatnya tidak tau soal penyakitnya karena takut jika Riri tau sebenarnya Caca mengidap penyakit yang dapat berakhir kematian. Tiap hari, Caca harus pergi ke toilet dan membawa tisu untuk membersihkan hidung nya yang mimisan akibat penyakitnya, Riri sering melihat hal tersebut namun Riri selalu berpikir bahwa mimisan itu hal biasa karena dapat terjadi pada siapa saja.
Riri kembali
"Hi, Ca, masa tadi ada yang ngelempat bola kena aku, tadinya bola nya mau aku tendang tapi udah diambil sama pemiliknya" kata Riri
"Tapi kamu gpp kan?" tanya Caca
"Iya, aku gpp" kata Riri
"Kamu udh ngerjain pr matematika belom?" tanya Caca
"Udah dong, kamu?" tanya Riri
"Udah juga dong" kata Caca
Wajah sumringah yang selalu Caca tampilkan adalah cerminan rasa sakit yang ia rasakan setiap hari
@ Rumah Sakit
Caca pun pergi ke rumah sakit bersama ibu dan adik nya untuk check up
Selesai di check up, ibu pun berbicara kepada dokter yang menangani Caca
#Ruang Dokter
"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Ibu Caca
"Stadium kanker naik dan sudah berada di stadium akhir, memang Caca masih terlihat, sehat namun dalam waktu seminggu rambutnya akan rontok dan akan banyak terasa nyeri dalam badan nya, kemungkinan besar waktu Caca untuk hidup adalah sekitar 3 sampai 5 minggu lagi tapi itu hanya perkiraan" kata Dokter
"Terima kasih, dok" kata Ibu Caca
"Caca harus check up rutin karena dia belum mendapatkan donor sumsum tulang belakang yang cock untuk dirinya" kata Dokter
"Baik, Dok" kata Ibu Caca
Ibu Caca pun keluar ruangan dengan rasa sedih
"Bagaimana, bu?" tanya Caca
"Kamu sudah mencapai stadium akhir, nak" kata Ibu Caca
"Apa? Ibu, apa aku harus memberhentikan sekolah ku?" tanya Caca
"Tidak hanya, kamu harus menanggung resiko dari pernyakit ini lebih dari yang sebelumnya" kata Ibu Caca sambil menangis
"Jangan menangis, bu, ini adalah jalan hidup yg Allah berikan kepada Caca dan sebuah ujian" kata Caca menenangkan snag ibunda
Mereka bertiga pun pulang
Keesokan harinya...
Caca merasakan nyeri di sekitar perut dan pinggangnya dan nyeri tersebut sangat sakit tidak seperti biasanya, ibunya yang melihat itu langsung membawanya ke rumah sakit dan meminta izin kepada guru Caca untuk absen
@ Sekolah
"Hi, Ri, kamu kenapa?" tanya Farah
"Caca hari ini tidak masuk, dia kenapa yah" kata Riri
"Mungkin ada urusan keluarga " kata Farah
"Tapi tidak biasanya dia absen tidak memberitahu ku, Far" kata Riri
"Mungkin dia sibuk juga" kata Farah
"Ohh, mungkin seperti itu" kata Riri
"Ri, ke kantin yuk, temenin aku" kata Farah
"Ayo!" kata Riri
2 minggu kemudian...
Caca masih belum masuk juga, Riri pun pergi ke rumah Caca dan saat sampai rumah, dilihat rumahnya kosong. Riri pun bertanya kepada tetangga, para tetangga mengatakan bahwa mereka sekeluarga berada di rumah sakit karena salah satu anggota keluarga mereka sakit
Riri pun pergi ke rumah sakit yang diberi tahu oleh para tetangga Caca
Sesampai di rumah sakit
@ Rumah Sakit
Riri bertemu dengan ibunda Caca
"Assalamu'alaikum, tante" kata Riri
"Walaikumssalam" kata Ibu Caca
"Caca kenapa yah tante?" tanya Riri
"Kamu tidak tahu bahwa Caca mengidap penyakit kanker darah sejak 2 tahun yang lalu?" tanya Ibu Caca
"Tidak, tante, Caca tidak pernah bercerita bahwa dia mengidap penyakit kronis seperti itu" kata Riri
"Baiklah, mari tante ceritakan, tante kira, dia memberi tahu teman dekatnya" kata Ibu Caca, "Caca mengidap penyakit leukimia sejak 2 tahun yang lalu, mungkin kamu tidak melihat perubahan dalam dirinya karena dia selalu terlihat ceria di sekolah, sejak 2 tahun yang lalu ia mengidap penyakit ini awalnya biasa-biasa saja namun lama-kelamaan menyakitkan dirinya, kamu tau kan dia sering absen dan pergi ke toilet dan hidung nya berlumuran darah, itu adalah akibta dari penyakit ini, penyakit leukimia yang Caca derita sudah mencapat stadium akhir perkiraan hidupnya hanya tinggal beberapa minggu lagi atau mungkin lebih cepat entah kapan, Caca tidak pernah mengeluh soal penyakitnya karena penyakit yang ia derita membuat ia ingin hidup lebih lama lagi namun ia juga mengikuti takdir yang ada, tante sungguh sedih melihat keadaan nya sekarang tidak ada pendonor, semua tante serah kan kepada yang diatas saja" kata Ibu Caca
"Jadi itu alasan Caca absen dan sering membawa tisu dan pergi ke toilet, tapi Caca selalu bilang bahwa itu akibat ia jarang minum air putih dan absen karena sakit flu atau penyakit ringan lainnya" kata Riri
"Itu semua ia tutupi karena ia tidak ingin melihat kamu bersedih" kata Ibu Caca
"Tapi aku malah sangat sedih jika ia menyembunyikan semuanya dari ku" kata Riri
"Mari, tante antar ke kamar Caca" kata Ibu Caca dengan senang hati mengantar Riri ke kamar rawat Caca
# Kamar Rawat Caca
"Hi! Ca, apa kabar? Lama gak ketemu" tanya Riri dalam rasa kesedihan yang ia tutupi
"Aku? Baik2 saja setidaknya kau merasa lebih baik dari seminggu yang lalu" kata Caca
"Kamu masih tidak mau memberitahuku, Ca" kata Riri dalam hati
"Ri, bagaimana dengan keadaan mu?" tanya Caca
"Ehhh... baik" kata Riri
"Mengapa kamu bersedih?" tanya Riri
"Kamu menyembunyikan sesuatu dari ku" kata Riri
"Memang aku menyembunyikan sesuatu dan mau memberitahu mu sekarang" kata Caca
"Kenapa kamu sembunyikan penyakit tersebut?" tanya Riri menangis
"Jgn menangis, aku menyembunyikan nya karena... aku tidak ingin melihat mu atau siapapun bersedih karena kepergian ku nanti, aku hanya bisa bertahan tinggal beberapa hari lagi, aku ingin melihat semua orang yang aku cintai dan sayangi tersenyum di hari kepergian ku, karena tangisan tidak bisa merubah apa-apa" kata Caca
"Tapi, jika kamu menyembunyikan nya malah membuat makin sedih melihat keadaan mu sekarang" kata Riri
"Aku akan selalu menjadi sahabat sejat bagimu dan terbaik bagimu walau nanti kita hidup di alam yang berbeda dan aku akan selalu berada disisimu dan tidak akan pernah pergi meninggalkan mu" kata Caca
"Tapi hal itu menyakitkan" kata Riri menangis
"Tangisan itu tidak mengubah apapun jika takdir berkehendak maka sudahlah, ini memang menyakitkan bahkan menyedihkan tapi ini adalah ujian dari Allah dan takdir yang harus aku jalani karena aku hidup di dunia ini" kata Caca
"Aku sayang kamu, Ca" kata Riri memeluk Caca dengan tangisan
"Aku juga akan selalu menyayangi mu selalu, berjanjilah jika aku pergi jangan lupakan aku walaupun kita berada di alam yang berbeda dan tetaplah menjadi Riri yang ceria, pintar, cantik, manis, dan penuh kasih sayang kepada semua orang dengan atau tanpa aku kamu akan selalu menjadi lebih baik dari yang sebelumnya aku yakin" kata Caca
"Aku berjanji" kata Riri
Tepat saat, Riri mengucapkan kata "aku berjanji" saat itulah detak jantung Caca telah berhenti dan Caca telah pergi untuk selama-lama nya. Semua orang di ruangan tersebut menangis begitu juga dengan Riri yang menangis karena kepergian sahabat terbaiknya.
Tepat di hari pemakaman nya, Riri melihat nisa bertuliskan nama "Caca Hanifah" sahabat nya sendiri yang telah pergi, Riri tidak bisa menahan air matanya untuk menangis.
@ Sekolah
"Baiklah, kita telah kehilangan salah satu teman tercinta kita yaitu Caca Hanifah yang telah meninggal dunia karena penyakit leukimia nya dan mari kita panjatkan doa untuk Caca agar ia dimasukkan ke surga, doa dimulai" kata Pak Kepsek
Mereka semua seluruh sekolah berdoa...
Riri selalu mengingat janji dari Caca yang akan selalu ia tepati dan tidak akan pernah ia ingkari. Riri selalu mengunjungi makam Caca setiap seminggu 2 kali. Memang sebuah persahabatan yang erat.
Persahabatan adalah tali hubungan seseorang oleh orang lain yang mengatas dasarkan cinta dan kasih sayang yang akan selalu menjadi kenangan dalam hidup setiap orang.
"Jarak, waktu, bahkan dunia yang berbeda tidak akan mematahkan sebuah persahabatan yang sangat kuat"
Sorry klo ada salah kata atau penulisan....
@ Sekolah
Bel istirahat berbunyi saat nya istirahat
"Ayo, kita ke kantin" kata Riri
"Ehmm... aku gak laper, Ri" kata Caca
"Yasudah kalo begitu aku ke kantin bentar dan aku akan kembali kesini lagi" kata Riri
"Yaudah kayak gitu aja" kata Caca
Riri pun pergi ke kantin meninggalkan Caca di kelas
Tidak ada satu pun teman nya yang tau penyakit yang diderita oleh Caca. Penyakit kanker darah atau leukimia yang Caca idap tidak bisa disembuhkan karena tidak ada pendonor keluarganya sendiri tidak cocok, sungguh menyedihkan. Bahkan, Riri, teman dekatnya tidak tau soal penyakitnya karena takut jika Riri tau sebenarnya Caca mengidap penyakit yang dapat berakhir kematian. Tiap hari, Caca harus pergi ke toilet dan membawa tisu untuk membersihkan hidung nya yang mimisan akibat penyakitnya, Riri sering melihat hal tersebut namun Riri selalu berpikir bahwa mimisan itu hal biasa karena dapat terjadi pada siapa saja.
Riri kembali
"Hi, Ca, masa tadi ada yang ngelempat bola kena aku, tadinya bola nya mau aku tendang tapi udah diambil sama pemiliknya" kata Riri
"Tapi kamu gpp kan?" tanya Caca
"Iya, aku gpp" kata Riri
"Kamu udh ngerjain pr matematika belom?" tanya Caca
"Udah dong, kamu?" tanya Riri
"Udah juga dong" kata Caca
Wajah sumringah yang selalu Caca tampilkan adalah cerminan rasa sakit yang ia rasakan setiap hari
@ Rumah Sakit
Caca pun pergi ke rumah sakit bersama ibu dan adik nya untuk check up
Selesai di check up, ibu pun berbicara kepada dokter yang menangani Caca
#Ruang Dokter
"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Ibu Caca
"Stadium kanker naik dan sudah berada di stadium akhir, memang Caca masih terlihat, sehat namun dalam waktu seminggu rambutnya akan rontok dan akan banyak terasa nyeri dalam badan nya, kemungkinan besar waktu Caca untuk hidup adalah sekitar 3 sampai 5 minggu lagi tapi itu hanya perkiraan" kata Dokter
"Terima kasih, dok" kata Ibu Caca
"Caca harus check up rutin karena dia belum mendapatkan donor sumsum tulang belakang yang cock untuk dirinya" kata Dokter
"Baik, Dok" kata Ibu Caca
Ibu Caca pun keluar ruangan dengan rasa sedih
"Bagaimana, bu?" tanya Caca
"Kamu sudah mencapai stadium akhir, nak" kata Ibu Caca
"Apa? Ibu, apa aku harus memberhentikan sekolah ku?" tanya Caca
"Tidak hanya, kamu harus menanggung resiko dari pernyakit ini lebih dari yang sebelumnya" kata Ibu Caca sambil menangis
"Jangan menangis, bu, ini adalah jalan hidup yg Allah berikan kepada Caca dan sebuah ujian" kata Caca menenangkan snag ibunda
Mereka bertiga pun pulang
Keesokan harinya...
Caca merasakan nyeri di sekitar perut dan pinggangnya dan nyeri tersebut sangat sakit tidak seperti biasanya, ibunya yang melihat itu langsung membawanya ke rumah sakit dan meminta izin kepada guru Caca untuk absen
@ Sekolah
"Hi, Ri, kamu kenapa?" tanya Farah
"Caca hari ini tidak masuk, dia kenapa yah" kata Riri
"Mungkin ada urusan keluarga " kata Farah
"Tapi tidak biasanya dia absen tidak memberitahu ku, Far" kata Riri
"Mungkin dia sibuk juga" kata Farah
"Ohh, mungkin seperti itu" kata Riri
"Ri, ke kantin yuk, temenin aku" kata Farah
"Ayo!" kata Riri
2 minggu kemudian...
Caca masih belum masuk juga, Riri pun pergi ke rumah Caca dan saat sampai rumah, dilihat rumahnya kosong. Riri pun bertanya kepada tetangga, para tetangga mengatakan bahwa mereka sekeluarga berada di rumah sakit karena salah satu anggota keluarga mereka sakit
Riri pun pergi ke rumah sakit yang diberi tahu oleh para tetangga Caca
Sesampai di rumah sakit
@ Rumah Sakit
Riri bertemu dengan ibunda Caca
"Assalamu'alaikum, tante" kata Riri
"Walaikumssalam" kata Ibu Caca
"Caca kenapa yah tante?" tanya Riri
"Kamu tidak tahu bahwa Caca mengidap penyakit kanker darah sejak 2 tahun yang lalu?" tanya Ibu Caca
"Tidak, tante, Caca tidak pernah bercerita bahwa dia mengidap penyakit kronis seperti itu" kata Riri
"Baiklah, mari tante ceritakan, tante kira, dia memberi tahu teman dekatnya" kata Ibu Caca, "Caca mengidap penyakit leukimia sejak 2 tahun yang lalu, mungkin kamu tidak melihat perubahan dalam dirinya karena dia selalu terlihat ceria di sekolah, sejak 2 tahun yang lalu ia mengidap penyakit ini awalnya biasa-biasa saja namun lama-kelamaan menyakitkan dirinya, kamu tau kan dia sering absen dan pergi ke toilet dan hidung nya berlumuran darah, itu adalah akibta dari penyakit ini, penyakit leukimia yang Caca derita sudah mencapat stadium akhir perkiraan hidupnya hanya tinggal beberapa minggu lagi atau mungkin lebih cepat entah kapan, Caca tidak pernah mengeluh soal penyakitnya karena penyakit yang ia derita membuat ia ingin hidup lebih lama lagi namun ia juga mengikuti takdir yang ada, tante sungguh sedih melihat keadaan nya sekarang tidak ada pendonor, semua tante serah kan kepada yang diatas saja" kata Ibu Caca
"Jadi itu alasan Caca absen dan sering membawa tisu dan pergi ke toilet, tapi Caca selalu bilang bahwa itu akibat ia jarang minum air putih dan absen karena sakit flu atau penyakit ringan lainnya" kata Riri
"Itu semua ia tutupi karena ia tidak ingin melihat kamu bersedih" kata Ibu Caca
"Tapi aku malah sangat sedih jika ia menyembunyikan semuanya dari ku" kata Riri
"Mari, tante antar ke kamar Caca" kata Ibu Caca dengan senang hati mengantar Riri ke kamar rawat Caca
# Kamar Rawat Caca
"Hi! Ca, apa kabar? Lama gak ketemu" tanya Riri dalam rasa kesedihan yang ia tutupi
"Aku? Baik2 saja setidaknya kau merasa lebih baik dari seminggu yang lalu" kata Caca
"Kamu masih tidak mau memberitahuku, Ca" kata Riri dalam hati
"Ri, bagaimana dengan keadaan mu?" tanya Caca
"Ehhh... baik" kata Riri
"Mengapa kamu bersedih?" tanya Riri
"Kamu menyembunyikan sesuatu dari ku" kata Riri
"Memang aku menyembunyikan sesuatu dan mau memberitahu mu sekarang" kata Caca
"Kenapa kamu sembunyikan penyakit tersebut?" tanya Riri menangis
"Jgn menangis, aku menyembunyikan nya karena... aku tidak ingin melihat mu atau siapapun bersedih karena kepergian ku nanti, aku hanya bisa bertahan tinggal beberapa hari lagi, aku ingin melihat semua orang yang aku cintai dan sayangi tersenyum di hari kepergian ku, karena tangisan tidak bisa merubah apa-apa" kata Caca
"Tapi, jika kamu menyembunyikan nya malah membuat makin sedih melihat keadaan mu sekarang" kata Riri
"Aku akan selalu menjadi sahabat sejat bagimu dan terbaik bagimu walau nanti kita hidup di alam yang berbeda dan aku akan selalu berada disisimu dan tidak akan pernah pergi meninggalkan mu" kata Caca
"Tapi hal itu menyakitkan" kata Riri menangis
"Tangisan itu tidak mengubah apapun jika takdir berkehendak maka sudahlah, ini memang menyakitkan bahkan menyedihkan tapi ini adalah ujian dari Allah dan takdir yang harus aku jalani karena aku hidup di dunia ini" kata Caca
"Aku sayang kamu, Ca" kata Riri memeluk Caca dengan tangisan
"Aku juga akan selalu menyayangi mu selalu, berjanjilah jika aku pergi jangan lupakan aku walaupun kita berada di alam yang berbeda dan tetaplah menjadi Riri yang ceria, pintar, cantik, manis, dan penuh kasih sayang kepada semua orang dengan atau tanpa aku kamu akan selalu menjadi lebih baik dari yang sebelumnya aku yakin" kata Caca
"Aku berjanji" kata Riri
Tepat saat, Riri mengucapkan kata "aku berjanji" saat itulah detak jantung Caca telah berhenti dan Caca telah pergi untuk selama-lama nya. Semua orang di ruangan tersebut menangis begitu juga dengan Riri yang menangis karena kepergian sahabat terbaiknya.
Tepat di hari pemakaman nya, Riri melihat nisa bertuliskan nama "Caca Hanifah" sahabat nya sendiri yang telah pergi, Riri tidak bisa menahan air matanya untuk menangis.
@ Sekolah
"Baiklah, kita telah kehilangan salah satu teman tercinta kita yaitu Caca Hanifah yang telah meninggal dunia karena penyakit leukimia nya dan mari kita panjatkan doa untuk Caca agar ia dimasukkan ke surga, doa dimulai" kata Pak Kepsek
Mereka semua seluruh sekolah berdoa...
Riri selalu mengingat janji dari Caca yang akan selalu ia tepati dan tidak akan pernah ia ingkari. Riri selalu mengunjungi makam Caca setiap seminggu 2 kali. Memang sebuah persahabatan yang erat.
Persahabatan adalah tali hubungan seseorang oleh orang lain yang mengatas dasarkan cinta dan kasih sayang yang akan selalu menjadi kenangan dalam hidup setiap orang.
"Jarak, waktu, bahkan dunia yang berbeda tidak akan mematahkan sebuah persahabatan yang sangat kuat"
Sorry klo ada salah kata atau penulisan....
Langganan:
Postingan (Atom)
