Sabtu, 26 Oktober 2013

Musuhku Adalah Temanku

Dari judulnya jg sebenernya gak jelas tapi itung2 punya cita2 jd penulis jd pengen nulis sesuatu gtu tapi klo gak nyambung sorry soalnya blm profesional juga.. Hehehehe

Namaku Siti, aku hanya seorang anak perempuan biasa dan berasal dari keluarga miskin namun bukan berarti karena aku miskin aku membeci hidupku, aku sangat senang karena bisa bebas, aku hanya tinggal bersama ibuku dan kedua kakak perempuan dan laki-laki yg bernama Ari dan Anisa, ayahku sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan, karena hidupku sangat miskin setiap pulang sekolah aku membantu ibu dan kakak ku untuk berjualan. Aku bersekolah di SD Negeri Bangsa, sebuah sekolah elit aku masuk karena beasiswa.

@ Rumah
"Siti, hari ini kmu tidak sarapan yah, maafkan ibu" kata Ibu
"Tidak apa2 bu, sudah terbiasa bukan tidak sarapan di pagi hari" kata ku
"Dan maafkan ibu tidak bisa memberi kmu bekal hari ini" kata Ibu
"Sudahlah tidak apa2" kata ku
"Ari, Anisa, jaga baik2 adik kalian" kata Ibu
"Siap, bu" kata Ari
"Iya, bu" kata Anisa
"Baiklah klo begitu" kata Ibu
"Klo begitu kami semua pergi dulu yah bu, assalamualaikum" kata Anisa
"Walaikumsalam" kata Ibu

@ Sekolah
"Siti, jaga baik2 diri kmu kakak tidak bisa menjaga kmu selalu" kata Ari
"Baik, kak" kata ku
"Siti, nanti siang kmu pulang sendiri yah karena kakak ada urusan" kata Anisa
"Baik, Kak" kata ku

#Kelas
"Ehh ada anak miskin masuk" kata Rina
"Iya, seharusnya dia gak sekolah disini" kata Tia, salah satu teman Rina
"Kalian berdua tidak boleh begitu" kata Rere, salah satu teman dekat ku
"Biarkan saja, Re" kata ku
"Tapi, mereka berdua sudah berkali-kali menjelek-jelek kan mu, aku tidak rela teman dekat ku dijelek-jelek kan oleh orang sepertinya" kata Rere
"Biarkan mereka seperti itu, jika Allah berkehendak akan datang keajaiban pada mereka" kata ku
"Kmu sangat sabar menghadapi mereka, jika aku jd kmu aku akan membalasnya" kata Rere
"Buat apa membalasnya tidak ada guna nya membalas perbuatan jahat orang karena tidak ada manfaat nya" kata ku
"Kmu benar2 bijak ayo ke taman sekolah, aku yakin banyak bunga disana mungkin bunga bisa membuat mu lebih baik" kata Rere
"Ayo" kata ku bersemangat

Bel sekolah pun berbunyi
"Anak-anak apakah kalian sudah mengerjakan PR Matematika kalian semua?" tanya Bu Ita
"Sudah bu" kata murid
"Rina, Tia, knp kalian sepertinya gelisah?" tanya Bu Ita
"Maafkan kami, bu, kami lupa membuat PR" kata Rina
"Karena kalian sudah tidak membawa PR, maka kalian harus berlari mengelilingi lapangan selama 10 kali dengan berkata "saya berjanji tidak akan lupa membawa PR", kalian mengerti kerjakan sekarang!" kata Bu Ita
"Tolong lah, bu, maafkan kami" kata Tia
"Sekarang!!" kata Bu Ita
Rina dan Tia pun harus berlari mengelilingi lapangan selama 10 kali

Bel istirahat berbunyi
"Siti, mau aku belikan apa kmu?" tanya Rere
"Gak usah, Re, aku blm lapar" kata ku
"Aku yakin kmu berbohong, kmu gak sarapan kan, biarkan aku belikan mu sesuatu" kata Rere
"Kalau begitu terserah saja" kata ku
"Baiklah, ayo ke kantin" kata Rere
Rere membelikan ku bakso beserta dengan minumnya

"Nah sekarang kmu tidak lapar lagi bukan" kata Rere
"Terima kasih" kata ku
"Tidak perlu berterima kasih sudah seharusnya seorang sahabat membelikan sahabatnya sesuatu bahkan mengorbankan nyawa demi sahabatnya sudah sewajarnya" kata Rere
"Ohh, kalau begitu ayo kita ke kelas aku mau belajar" kata ku
"Kmu sangat rajin belajar" kata Rere
"Sudah seharusnya agar mendapat nilai bagus" kata ku
"Iya sih" kata Rere
"Kalau begitu ayo kita ke kelas" kata ku
Aku dan Rere pun pergi ke kelas

Bel Tanda Masuk Kelas Berbunyi
"Baiklah, anak2 ibu sudah cek semua PR kalian hanya ada 1 orang yg mendapat nilai bagus dan nilai 0 untuk Rina dan Tia, maka dari itu pulang sekolah kalian harus membuat PR di sekolah" kata Bu Ita
"Bu, siapa yg mendapat nilai tertinggi?" tanya Rere
"Baiklah nilai tertinggi di dapatkan oleh.. Siti...." kata Bu Ita
"Bener bu?" tanya ku
"Iya" kata Bu Ita
"Alhamdulillah" kataku
"Selamat yah, Siti" kata Rere

Bel pulang sekolah pun berdering
Disaat ku pulang ada sebuah mobil yg lewat dan mencipratkan air genangan sehabis ujan tadi malam
"Hahahaha kasian pulang jalan kaki naik mobil dong kyk aku" kataWindy, salah satu anak terkaya di sekolah
Aku tidak membalas hanya menggeleng-gelengkan kepala

Sesampai di rumah aku beristirahat sebentar lalu membantu ibu berjualan gorengan sekitar komplek perumahan dekat rumah Siti
Selesai berjualan Siti pulang dan beristirah sambil belajar
Keseharian selalu begitu tidak pernah berubah, tapi aku menikmatinya

Esok Hari...
Aku pun pergi ke sekolah

@ Sekolah
"Siti, kmu bawa baju olahraga tidak?" tanya Rere
"Ehm, tidak, aku tidak membawanya" kata ku
"Sini aku bawakan kmu baju lama ku mungkin masih cukup karena tubuh mu kecil" kata Rere
"Baik sekali kmu, biar nanti aku ganti" kata ku
"Iya, Siti" kata Rere
Kami berdua pergi ke kelas

Aku dan Rere pun harus melakukan pelajaran olahraga
"Ngapain sih harus ada olahraga kan panas nanti kulit kau gosong" kata Rina
"Iya, padahal kalau di gym kan gpp" kata Tia
"Ngapain di gym, boros bgt" kata Rere
"Dasar anak kampung gara2 deket sama anak kampung juga" kata Rina
"Rere, biarkan saja ayo kita ke depan saja" kata ku
"Ayo" kata Rere

Selesai berolahraga, semua murid kelas ku berganti baju
Setelah selesai kami kembali ke kelas
Tak disangka-sangka ternyata Rina membuat jebakan, aku hampir saja terjatuh namun ternyata Windy yg terjatuh
"Maafkan aku, Win" kata Rina
"Kmu ini menyebalkan" kata Windy pergi
"Sudah seperti yg ku katakan, akui kmu kalah" kata Rere
"Akan kubalas kalian berdua" kata Rina pergi
"Ayo ke kelas" kata Rere

D
I
P
E
R
C
E
P
A
T
Bel Pulang Sekolah...
Aku pergi pulang
Di perjalanan ku pulang, aku menemui Rina sedang berada di dekat jembatan seperti orang ingin bunuh diri, aku tidak menyangka di umurnya yg sekarang sudah berpikiran untuk bunuh diri
Aku menghampirinya
"Rina! Kmu mau ngapain? Arus sungainya deras bgt" kata ku
"Tidak apa2 sudah menjauh, ngapain kmu peduli dengan ku tidak ada yg peduli dengan ku" kata Rina
"Setidaknya aku peduli walaupun kmu suka untuk mengjelek-jelek kan ku" kata ku
"Aku tidak perlu belas kasihan mu" kata Rina
"Mengapa kmu melakukan ini?" tanya ku
"Aku berasal dari keluarga broken home" kata Rina
Aku mengerti, orang tuanya tidak pernah memperhatikannya dan bukan dari keluarga yg harmonis
"Tapi, Rina tidak seharusnya begitu, mereka bekerja dan tidka harmonis mungkin untuk kebaikan kmu" kata ku
"Papa dan mama ku selalu bertengkat apakah itu untuk kebaikan, daripada melihat mereka bertengkar lebih baik aku pergi" kata Rina
"Tidak ada gunanya kmu pergi, kmu sama saja kmu sudah tidak menikmati hidup, kmu hidup berkecukupan" kata ku
"Aku tidak peduli, tidak akan ada yg pernah peduli dengan nasibku, aku memang orang yg jahat dan tidak baik kepada semua murid dan termasuk kmu, tapi knp kmu tidak membiarkan aku mati saja?" tanya Rina
"Karena aku tau setiap manusia diberi kesempatan untuk memperbaikin hidupnya demi kebaikan orang tersebut, dan terakhir aku mau menjadi teman mu jika kmu mau menjadi teman ku" kata ku
"Benar apa yg dikatakan nya" kata Rina
"Umur kmu terlalu muda untuk berlaku seperti ini" kata ku
"Baiklah, terima kasih telah menenangkan ku, dan aku mau menjadi sahabat mu, dan aku janji tidak akan menjelek-jelek kan mu lagi" kata Rina tersenyum
"Kalau begitu kmu harus pulang dan meminta maaf jika kamu berbuat salah kepada mereka" kata ku
"Baiklah kalau begitu, aku menunggu mu esok hari di sekolah" kata Rina
Aku tersenyum
Senangnya bisa membuat orang tersenyum
Dan akhirnya aku pun mempunyai banyak teman yg selalu baik kepada ku dan tidak pernah mengeluh karena kekurangan ku dan Rina dan Tia yg awalnya menjadi musuhku sekarang menjadi teman ku...

Okedeh selesai ceritanya gak jelas dan mungkin terlalu cepet tapi emg bingung mau cerita apa jd ini aja... Kalau begitu see you in my next post..

P.S: KALO GAK SUKA GAK USAH BACA DAN NO COMMENT

1 komentar: